Colossal Order Meminta Kehalusan, Komunitas Menginginkan Pertanggungjawaban.

Kedekatan yang Unik antara Colossal Order dan Komunitasnya

Colossal Order, pengembang Cities: Skylines II, memiliki hubungan yang unik dengan komunitasnya. Game orisinal Cities: Skylines muncul pada tahun 2015 dan berhasil meraih perhatian penonton yang kecewa dengan SimCity dari EA, yang rilis pada tahun 2013 dan berantakan. Cities: Skylines memuaskan keinginan perencanaan perkotaan dengan harga terjangkau, hanya $30. Game ini pertama kali muncul di PC, Mac, dan Linux dengan persyaratan perangkat keras yang terjangkau, dan dalam waktu dua tahun, tersedia juga di konsol. Secara kritis, Cities: Skylines mendukung mod melalui Steam Workshop, memungkinkan pemain menambahkan alat mereka sendiri ke dalam game dan berbagi fitur tersebut dengan yang lain.

Pertumbuhan Komunitas dan Perkenalan Cities: Skylines II

CEO Colossal Order, Mariina Hallikainen, menyatakan, “Dengan Cities: Skylines, audiensnya tumbuh dan modding memainkan peran yang lebih besar, memungkinkan adanya kreativitas dan inspirasi yang besar bagi kami para pengembang.” Colossal Order dan penerbitnya, Paradox Interactive, terus mendukung Cities: Skylines dengan pembaruan game dan penambahan konten DLC yang konsisten, sementara komunitas modnya terus berkembang. Sebelum peluncuran Cities: Skylines II pada Oktober 2023, Colossal Order bermitra dengan sejumlah pembuat konten untuk memberikan akses awal ke permainan, memungkinkan mereka membuat video YouTube yang menampilkan fitur tertentu setiap minggunya.

Perubahan Suasana Sejak Peluncuran Cities: Skylines II

Namun, sejak peluncuran sekuel ini, ketegangan meningkat di komunitasnya. Meskipun awalnya dijanjikan sebagai rilis simultan untuk PC dan konsol, Cities: Skylines II hanya tersedia di PC, tanpa jadwal pasti untuk versi lainnya. Terlebih lagi, spesifikasi minimum dan disarankan untuk permainan ini ditingkatkan hanya sebulan sebelum rilis, membuatnya sulit diakses oleh sejumlah besar pemain.

Kritik dan Respons Colossal Order

CEO Hallikainen mencatat bahwa komunitas merespon dengan toksisitas yang meningkat, terutama di media sosial dan forum Steam serta Paradox. Dia menyebutkan adanya serangan personal terhadap pengembang dan pemain lain. Meskipun menyadari beberapa fitur yang dijanjikan tidak terpenuhi, seperti dukungan mod, Hallikainen menekankan perlunya membahas ide perbaikan, umpan balik konstruktif, dan diskusi yang hormat di komunitas.

Perspektif Komunitas dan Kritik Terhadap Cities: Skylines II

Namun, anggota komunitas, termasuk City Planner Plays, melihat bahwa kritik yang muncul adalah hasil dari kegagalan permainan itu sendiri. Dalam pandangannya, Colossal Order perlu mengakui kesalahan peluncuran permainan dan membuat langkah konkret untuk memperbaiki masalahnya. Salah satu poin kritis adalah absennya dukungan mod yang dijanjikan, membuat sebagian pemain menggunakan alat pihak ketiga untuk membuat mod bekerja di Cities: Skylines II.

Harapan dan Rencana Masa Depan

Cities: Skylines II memiliki potensi besar, dan Colossal Order berencana untuk terus mendukung dan mengembangkan permainan ini selama 10 tahun ke depan. Meskipun mengalami peningkatan sejak peluncurannya, kritik tetap ada. Colossal Order akan perlu waktu, mungkin dengan permintaan maaf, rencana perbaikan, dan bonus in-game gratis, untuk mengubah naratif seputar Cities: Skylines II dan memenangkan kembali hati para penggemar setianya.