Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Kehakiman (DOJ) dikabarkan bersiap-siap untuk mengajukan gugatan antitrust yang mencakup sejumlah aspek terhadap Apple. Menurut laporan dari The New York Times, gugatan ini bisa diajukan dalam enam bulan ke depan. Kami akan membahas beberapa poin kunci yang menjadi sorotan dalam penyelidikan ini.

Kontrol Penuh atas Perangkat Keras dan Layanan Perangkat Lunak

Investigasi yang telah memasuki tahap akhir ini fokus pada kontrol yang dimiliki Apple terhadap perangkat keras dan layanan perangkat lunaknya. Pendekatan “taman berpagar” yang diadopsi oleh perusahaan ini disinyalir membuat persaingan sulit bagi pesaing dan pengalihan pelanggan menjadi lebih sulit.

Pengintegrasian Ketat antara Apple Watch dan Layanan iPhone

Salah satu aspek yang diperiksa adalah sejauh mana Apple Watch terintegrasi dengan layanan iPhone lebih baik dibandingkan dengan produk sejenis dari pesaing. Ini menciptakan keunggulan yang dianggap merugikan pesaing lain.

Pembatasan terhadap Layanan Pesaing di iMessage

Investigasi juga melibatkan pembatasan yang diterapkan terhadap platform pesaing di layanan pesan iMessage. Beberapa perusahaan, termasuk Beeper, yang mengalami masalah dengan pemblokiran integrasi iMessage di Android, terlibat dalam diskusi dengan penyelidik.

Pemblokiran Pesaing dari Penggunaan Tap-to-Pay di iPhone

DOJ disebut telah berbicara dengan perwakilan dari aplikasi perbankan dan pembayaran terkait kebijakan Apple yang memblokir pesaing untuk menggunakan fitur tap-to-pay di iPhone.

Sorotan pada App Tracking Transparency (ATT) dan Potongan Apple dari Pembelian Digital

Meta, yang merupakan perusahaan sosial media, dilaporkan memberikan dorongan kepada DOJ untuk menyelidiki alat privasi App Tracking Transparency (ATT) milik Apple. Selain itu, investigasi juga mencakup potongan yang diterapkan oleh Apple pada pembelian digital di iPhone, sebuah isu yang telah menjadi sorotan Spotify, Epic Games, dan Match Group.

Pemerintah AS saat ini tengah menghadapi sejumlah kasus antitrust terhadap raksasa teknologi. Selain gugatan terhadap Google, baik dalam bidang pencarian maupun periklanan, Federal Trade Commission (FTC) juga telah menggugat Meta dan Amazon.