20 tahun sudah berlalu sejak Mark Zuckerberg pertama kali meluncurkan thefacebook.com dari kamarnya di asrama. Peristiwa selanjutnya telah didokumentasikan secara mendalam: jaringan sosial yang awalnya hanya untuk mahasiswa Harvard meluas ke seluruh kampus dan, akhirnya, ke seluruh dunia.

Facebook dalam “Keluarga” Meta: Popularitas yang Memudar, Pendapatan Iklan yang Mendukung

Facebook kini menduduki posisi yang semakin canggung dalam “keluarga” aplikasi Meta. Meskipun sebagian besar orang dewasa Amerika masih menggunakan layanan ini, tiga dari empat percaya bahwa Facebook, mungkin karena mendukung krisis informasi global dan mempromosikan ujaran kebencian genosidal, “membuat masyarakat menjadi lebih buruk.” Meskipun Facebook masih menghasilkan miliaran dolar pendapatan iklan untuk Meta, pertumbuhan pengguna telah melambat hingga perusahaan baru-baru ini mengumumkan tidak akan lagi membagikan berapa banyak orang yang menggunakannya.

Perubahan Dinamika Penggunaan Facebook: Dari Spam hingga Pemilihan Konten yang Lebih Cermat

Terkadang, “Amen spam” muncul secara teratur dalam daftar posting terlaris Facebook. Pengguna terbanyak di layanan streaming game-nya adalah para pembuat spam. Dalam menghadapi tekanan dari TikTok, Meta mengatur ulang feed-nya, sekali lagi, untuk menekankan rekomendasi daripada posting dari orang-orang yang Anda kenal. Namun, perubahan ini membuat Facebook terasa lebih seperti jendela aneh ke dalam apa yang algoritma Meta anggap paling menarik dan paling tidak menyinggung.

Pemudarannya di Kalangan Remaja: Generasi Baru Kurang Minat

Tidak mengherankan, remaja hampir tidak memiliki minat dalam jaringan sosial yang digunakan oleh orangtua dan kakek nenek mereka. Hanya 33 persen remaja AS melaporkan “pernah” menggunakan layanan tersebut, dibandingkan dengan 71 persen pada tahun 2015. Dinamika ini, di mana basis pengguna Facebook menua lebih cepat daripada produknya, membuat beberapa akademisi menyimpulkan bahwa suatu hari nanti, jaringan sosial ini akan memiliki lebih banyak profil untuk orang mati daripada yang masih hidup.

Meta: Lebih dari Facebook, Tapi Apakah Berhasil Menjadi “Metaverse-First”?

Saat ini, Facebook memiliki lebih dari 3 miliar pengguna dan tetap menjadi pekerja keras dalam alam semesta sinematik Mark Zuckerberg, meskipun bukan lagi karakter utamanya. Sebaliknya, Facebook hanya menjadi salah satu dari “keluarga” aplikasi perusahaannya. Pada tahun 2021, perusahaan secara resmi diturunkan pangkatnya ketika Zuckerberg memberi merek perusahaan sebagai Meta. “Merek kami begitu erat terkait dengan satu produk sehingga tidak mungkin mewakili segala sesuatu yang kita lakukan saat ini, apalagi di masa depan,” ujar Zuckerberg tentang Facebook. “Mulai sekarang, kita akan menjadi metaverse-first, bukan Facebook-first.”

Tantangan Investasi Meta: Keberhasilan Facebook sebagai Pilar Utama

Apakah Meta berhasil menjadi perusahaan “metaverse-first” masih menjadi perdebatan. Namun, sedikit yang akan membantah bahwa Meta tidak lagi “Facebook-first.” Baru-baru ini, Zuckerberg mencoba memasarkan Meta sebagai perusahaan metaverse dan perusahaan kecerdasan buatan (AI), ikut dalam perlombaan menciptakan kecerdasan buatan tingkat manusia.

Sementara itu, satu-satunya alasan ambisi Zuckerberg bisa terwujud adalah karena kesuksesan Facebook. Meta telah kehilangan puluhan miliar dolar dalam investasinya pada metaverse, dan berencana untuk kehilangan lebih banyak lagi dalam waktu yang bisa diprediksi. Perusahaan ini juga berencana untuk mengeluarkan miliaran dolar lagi untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AGI tidak datang dengan harga murah).

Investasi ini akan menentukan apakah taruhan Zuckerberg pada masa depan media sosial benar. Dan jika ia mewujudkan visinya untuk masa depan yang didukung oleh chatbot AI dan metaverse, hal itu akan menjadi mungkin terutama karena keberhasilan finansial luar biasa dari bagian tertua dan paling membosankan dari kekaisarannya, yaitu Facebook.