Di CES 2024 yang digelar di Las Vegas, SAG-AFTRA, serikat pekerja yang mewakili ribuan aktor, mengumumkan kesepakatan terbarunya dengan Replica Studios, sebuah platform pengisi suara AI. Kesepakatan ini membuka peluang bagi anggota SAG-AFTRA untuk mengizinkan suara digital mereka digunakan dalam dunia game.

Aktor dan Suara Digital: Kolaborasi Menuju Masa Depan

Duncan Crabtree-Ireland, negosiator utama serikat, menyebut kesepakatan ini sebagai langkah maju bagi para pengisi suara profesional untuk menjelajahi peluang pekerjaan baru dengan aman. Kesepakatan ini tampaknya mengikuti pola yang serupa dengan kesepakatan sebelumnya, termasuk perlindungan terhadap penggunaan AI yang telah diatur setelah mogok panjang tahun lalu.

Suara Digital Replika: Kesepakatan dan Pertimbangan

Kesepakatan ini mencakup pembuatan “suara digital replika” dan cara penggunaannya oleh studio game serta perusahaan lainnya. Ada ketentuan tarif minimum, persyaratan penyimpanan aman, dan kebutuhan transparansi, termasuk “batasan waktu penggunaan replika kinerja tanpa pembayaran dan persetujuan lebih lanjut.”

Meskipun demikian, beberapa pengisi suara terkenal mengungkapkan skeptisisme mereka terhadap berita ini. Meski SAG-AFTRA menyatakan bahwa kesepakatan telah disetujui oleh “anggota yang terkena dampak dari komunitas pengisi suara serikat,” beberapa aktor suara terkenal seperti Veronica Taylor dan Roger Clark mengungkapkan ketidaksetujuan mereka.

Ekspansi Kesepakatan dan Harapan Masa Depan

Kesepakatan ini hanya mencakup sebagian kecil industri game. SAG-AFTRA, secara terpisah, masih dalam proses negosiasi dengan beberapa studio game besar setelah memberikan izin mogok musim gugur lalu. Crabtree berharap bahwa perusahaan game akan mengambil inspirasi dari kesepakatan ini untuk memajukan perundingan mereka.

Dengan hadirnya era suara digital replika, dunia pengisi suara dalam industri game terbuka untuk eksplorasi baru, menghadirkan tantangan dan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya.