Jaksa Agung John Formella menghubungkan panggilan tersebut, yang mendorong orang untuk tidak memilih dalam pemilihan pendahuluan, dengan dua perusahaan Texas.

Sebanyak 25.000 pemilih di New Hampshire menerima serentetan panggilan yang menggunakan kecerdasan buatan untuk meniru Presiden Joe Biden. Suara palsu itu digunakan untuk mendorong pemilih New Hampshire agar tidak berpartisipasi dalam pemilihan pendahuluan negara bagian tersebut. John Formella, Jaksa Agung New Hampshire, mengatakan sebanyak 25.000 panggilan tersebut dibuat kepada penduduk negara bagian itu pada bulan Januari.

Jejak Kejahatan: Dua Perusahaan Texas Dituduh Terlibat dalam Skandal Panggilan Palsu

Formella mengatakan bahwa penyelidikan telah menghubungkan sumber panggilan palsu tersebut kepada perusahaan-perusahaan Texas, yaitu Life Corporation dan Lingo Telecom. Belum ada tuduhan yang diajukan terhadap kedua perusahaan atau pemilik Life Corporation, seseorang bernama Walter Monk. Penyelidikan masih berlangsung dan pihak lain diduga terlibat. Pejabat penegak hukum federal juga dikabarkan sedang menyelidiki kasus ini.

“Kami telah mengeluarkan surat penghentian dan larangan kepada Life Corporation yang memerintahkan perusahaan tersebut untuk segera menghentikan pelanggaran hukum pemilihan New Hampshire,” kata Formella dalam konferensi pers, seperti dilansir CNN. “Kami juga telah membuka penyelidikan pidana, dan kami mengambil langkah-langkah berikutnya dalam penyelidikan tersebut, mengirim pemberitahuan pengawetan dokumen dan surat panggilan kepada Life Corporation, Lingo Telecom, dan individu atau entitas lainnya.”

Respons dan Ancaman: FCC Mengirim Surat Larangan kepada Lingo Telecom

Komisi Komunikasi Federal juga mengirim surat larangan kepada Lingo Telecom. Badan tersebut mengatakan (PDF) telah memperingatkan kedua perusahaan tentang panggilan palsu di masa lalu.

Suara palsu itu dibuat menggunakan alat dari perusahaan kloning suara AI ElevenLabs, yang telah melarang pengguna yang bertanggung jawab. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka “berkomitmen untuk mencegah penyalahgunaan alat AI audio dan [mereka sangat serius] dalam menghadapi setiap insiden penyalahgunaan.”

Sementara itu, FCC berupaya melarang panggilan palsu yang menggunakan suara yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan. Di bawah Undang-Undang Perlindungan Konsumen Telepon, badan tersebut bertanggung jawab untuk membuat aturan terkait panggilan palsu. Komisioner akan memutuskan masalah ini dalam beberapa minggu ke depan.