Meski berisi klip video yang dianggap menyesatkan, Meta’s Oversight Board memutuskan untuk membiarkan video yang diedit dengan cara yang merugikan Joe Biden beredar di Facebook. Meski demikian, dewan pengawas menyoroti ketidak-konsistenan kebijakan media yang dimanipulasi oleh Meta.

Keputusan yang Ditunggu-tunggu

Dalam keputusannya yang sangat dinantikan, Oversight Board mendorong Meta untuk memperbarui kebijakan media yang dimanipulasi, menyebut aturan saat ini “tidak konsisten.” Hal ini terkait dengan video yang diedit secara menyesatkan dari Presiden Joe Biden.

Konten Kontroversial

Meskipun Meta dihimbau untuk memperbarui kebijakan, Oversight Board tetap setuju dengan keputusan Meta untuk tidak menghapus video yang menjadi pusat perhatian. Video tersebut menampilkan rekaman dari Oktober 2022, saat presiden menemani cucunya yang memberikan suara secara langsung untuk pertama kalinya. Namun, sebuah versi video yang diubah kemudian dibagikan oleh pengguna Facebook, membuat momen tersebut terlihat seolah-olah presiden secara berulang menyentuh dada cucunya. Keterangan video menyebutnya “pedofil sakit” dan menyatakan bahwa mereka yang memilihnya adalah “orang yang tidak sehat mental.”

Kritik Terhadap Kebijakan Manipulasi Media

Dalam keputusannya, Oversight Board menyatakan bahwa video tersebut tidak melanggar kebijakan media yang dimanipulasi yang ditetapkan oleh Meta, karena tidak diedit dengan menggunakan alat kecerdasan buatan (AI) dan karena penyuntingannya “jelas dan oleh karena itu tidak mungkin menyesatkan” bagi sebagian besar pengguna. Meskipun demikian, dewan tersebut mengekspresikan keprihatinan terhadap kebijakan Manipulasi Media dalam bentuknya saat ini, menyatakan bahwa kebijakan tersebut “tidak konsisten, kurang memiliki justifikasi yang meyakinkan, dan secara tidak tepat difokuskan pada bagaimana konten telah dibuat daripada pada kerusakan spesifik apa yang ingin dicegahnya (misalnya, terhadap proses pemilihan).”

Rekomendasi dan Tantangan ke Depan

Oversight Board merekomendasikan agar Meta membuat aturan baru yang mencakup konten audio dan video, tidak hanya terbatas pada pidato menyesatkan, tetapi juga pada “konten yang menunjukkan orang melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak mereka lakukan.” Dewan menekankan bahwa aturan ini harus berlaku “tanpa memandang metode pembuatannya.” Selain itu, mereka menyarankan agar Meta tidak lagi menghapus posting dengan media yang dimanipulasi jika kontennya tidak melanggar aturan lain. Sebaliknya, Meta sebaiknya “menggunakan label yang menunjukkan bahwa kontennya sangat kompleks dan mungkin menyesatkan.”

Tanggapan Meta

Seorang juru bicara Meta menyatakan bahwa perusahaan sedang “meninjau panduan dari Oversight Board dan akan memberikan tanggapan secara publik” dalam 60 hari ke depan. Sementara tanggapan tersebut akan datang jauh sebelum pemilihan presiden 2024, belum jelas apakah dan kapan perubahan kebijakan akan terjadi. Oversight Board menulis dalam keputusannya bahwa perwakilan Meta mengindikasikan bahwa perusahaan “berencana untuk memperbarui kebijakan Manipulasi Media untuk menjawab evolusi AI baru yang semakin realistis.”